Tradisi Istirahat di Jam Kerja di Berbagai Negara, Jepang Paling Mantap

Tradisi Istirahat di Jam Kerja di Berbagai Negara, Jepang Paling Mantap

Diposting pada

Pada Budaya dan Tradisi telah mempengaruhi sekaligus membentuk segala aspek kehidupan manusia. Termasuk cara beristirahat di tengah jam kerja. Dari Tradisi Istirahat di Jam Kerja di Berbagai Negara, Jepang Paling Mantap. Di beberapa negara, orang-orang nemiliki istilah dan cara beristirahat dan menghabiskan waktu luang yang unik.

Sejumlah negara bahkan menggabungkan ritual budaya dalam jam istirahat saat hari kerja. Berikut adalah tradisi istirahat dalam jam kerja di beberapa negara di dunia dari laman The Culture Trip.

1. Tradisi Istirahat Fika : Meninggalkan pekerjaan di meja ( Swedia )

Fika, kata yang berasal dan di susun kebali dari kata bahasa Swedia yang berarti kopi (kaffe). Fika juga menjadi ritual budaya di Swedia, di mana teman atau kolega meninggalkan pekerjaan mereka di meja dan berkumpul untuk mengobrol sambil minum minuman panas.

Sementara fika sering kalin tidak direncanakan, banyak kantor di Swedia memasukkannya sebagai bagian wajib dari hari kerja.

Karyawan atau tim kerja akan bergiliran membawa kue kering atau ‘fikabread’ (fikabrod dalam bahasa Swedianya. Baik yanbg di beli dari toko roti lokal atau di buatnya sendiri.

Fika adalah tradisi tempat kerja yang terkenal di Swedia yang tidak hanya juga memberi kesempatan pada karyawan untuk berisirahat, tetapi juga terbukti meningkatakan produktivitas dan juga evisiensi dari tempat kerja.

2. Tradisi Istirahat Riposo : Tradisi meluangkan jam makan di waktu kerja (italia)

Italia sering disebut juga sebagai salah satu negara paling sehat di dunia. Orang Italia tidak hanya mengkonsumsi makanan Meditrania yang bergizi, tetapi juga cenderung mengadopsi sikap yang santai dalam menjaalni hidup.

Meluangkan waktu untuk bersantai adalah bagian besar dan gaya hidup Italia dan telah dimasukkan ke dalam ritual sosial sehari-hari.

Seperti la passegiata (jalan-Jalan santai pada sore hari) dan apertivo (menikmati minuman dan camilan sebelum makan malam).

Terkait istirahat makan siang, Italia adalah tempat yang jauh dari makan siang ‘al-desko’ (di atas meja makan).

Sebab, sebagian besar pemilik bisnis tutup antara tengah hari hingga pukul 4 sore untuk pulang dan menikmati makan siang dalam waktu yang lebih lama.

Dikenal sebagai riposo, kebiasaan ini sebagaian besar di patuhi oleh museum, gereja, dan toko-toko, sementara restoran tetap buka untuk melayani istirahat makan siang.

3. Siesta : Tradisi tidur siang (Spanyol)

Salah satu tradisi di Spanyol yang paling terkenal adalah tidur siang, yang juga dikenal dengan istilah ‘siesta’.

Secara historis tidur siang yang dilakukan oleh pekerja pertanian selama jam-jam terpanas hari itu. Tetapi tradisi mulai menurun seiring dengan meningkatnya urbanisasi.

Saat ini, Siesta dianggap agak berlebihan bagi sebagian orang.

Meskipun banyak perusahaan memberlakukan istirahat makan siang selama dua jam atas nama tradisi ini, seista sebenarnya terbukti merugikan keseimabngan kerja dan kehidupan bagi sebagian orang yang lain.

Bahkan, beberapa tempat di Spanyol masih melestarikan tradisi Siesta ini.

Penduduk Ador, dekat Valencia, memiliki hak yang dilegalkan oleh negara untuk tidur siang antara pukul 14:00-17:00.

Bahkan kota-kota besar berkontribusi untunk mengembalikan tradisi tidur siang ini.

Madrid membuka kafe siang pertama di Spanyol pada 2017.

Meskipun mungkin bukan gaya hidup terbaik yang cocok untuk beberpaa orang. Tidur siang terbukti meningkatkan suasana hati dan performa kerja.

4. Inemuri : Tidur di sela-sela jam kerja (Jepang)

Etika kerja di Jepang, para pekerja di Jepang tidak perlu repot-repot pulang ke rumah atau bahkan mencari tempat pribadi untuk tidur siang.

Sangat umum orang-orang terlihat sedang tertidur di meja, di kelas, di stasiun kereta, di taman, bahbkan di pusat perbelanjaan.

Dikenal sebagai inemuri, tidur sejenak di tengah hari di anggap sebagai tanda kerja keras, bukan sebagai kemalasan.

Beberapa atasan atau pemilik bisnis di Jepang bahkan mendukung para karyawan nya untuk ber-inemuri.

Dalam budaya Jepang, di mana fenomena kematian yang disebabkan oleh kerja berlebihan (karoshi) kerap ditemukan, tidak mengherankan inemuri menjadi kebiasaan yang dibutuhkan.

Terima kasih sudah membaca Tradisi Istirahat di Jam Kerja di Berbagai Negara, Jepang Paling Mantap Semoga artikel ini bisa berguna buat kamu.

Sumber : DaftarVIP

Situs AduQ Online Terbaik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *