biawak langka di indonesia

Biawak Langka di Indonesia Sekaligus Misterius

Diposting pada

PokerPelangi – Pernahkan Anda mendengar adanya biawak langka di Indonesia? Atau mungkin pernahkah Anda mendengar biawak tak bertelinga? Mungkin nama ini sedikit asing untukmu.

Kenapa langka? Reptil yang satu ini hanya dapat di temukan di Indonesia seperti layaknya komodo. Satwa langka dan misterius ini luput dari perhatian publik. Hal ini dikarenakan biawak ini membangun sarangnya di bawah tanah yang sulit terlihat oleh manusia dan reptil ini termasuk salah satu hewan nocturnal atau hewan yang aktif di malam hari.

Biawak Langka di Indonesia, Lanthanotus Borneensis

Lanthanotus Borneensis atau biawak tak bertelinga atau earless monitor lizard menjadi satu-satunya anggota dari famili Lanthanotidae yang hanya dapat ditemui (endemik) di Kalimantan.

Reptil ini dijuluki sebagai living fossil (fosil hidup) dikarenakan sejak penemuannya pada tahun 1877 hingga saat ini, satwa ini merupakan yang masih hidup dibandingkan hewan-hewan lain yang seumuran yang sudah pada punah.

Biawak langka ini dapat ditemukan di daerah dekat sungai di Indonesia. Bahkan hanya dapat ditemukan di pulau Kalimantan. Reptil ini merupakan hewan semiaquatik (dua alam), kadang hidup di darat, kadang juga berada di air.

biawak tak bertelinga

Ciri-Ciri Hewan

Ciri-ciri luar hewan ini tidak adanya lipatan gular, hidung tumpul, dan tidak adanya telinga eksternal atau telinga yang terlihat dari luar. Meskipun demikian, hewan langka satu ini tetap dapat mendengar lho.

Panjang tubuh hewan ini bisa mencapai 45-55 cm. Selain itu, kelopak matanya transparan dan tingginya lebih rendah dari pada biawak atau jenis kadal lainnya. Ciri-ciri yang paling membedakannya adalah kulit luarnya yang bergerigi seperti buaya.

Sayangnya, kurangnya penelitian dan pengetahuan mengenai reptil ini, termasuk pola penyebaran, dan jumlah populasinya, menyebabkan peneliti kesulitan memastikan jumlah dan titik penyebarannya.

Dengan alih fungsi hutan yang terjadi sangat gencar saat ini dapat mengancam populasi dari biawak tak bertelinga ini. Ada baiknya bila pihak swasta bisa ikut berperan dalam proses identifikasi satwa seperti biawak tak bertelinga ini yang informasi tentangnya sangat terbatas hingga kini.

Baca Juga : Spesies Baru Cicak Batu Dari Gunung Muria

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *